Mencintai… Bukanlah bagaimana kau melupakan, melainkan bagaimana kau memaafkan. Bukan bagaimana kau mendengarkan, melainkan bagaimana kau mengerti. Bukan apa yang kau lihat, melainkan apa yang kau rasakan……..

PRASANGKA


Prasangka, khayalan dan angan-angan akan membuat kita semakin tenggelam dalam kegundahan….kemauan jiwa yang pasrah menerima dan tunduk pada realita dan lalui hidup ini dengan lapang dada……meski kenyataan yang dihadapi amat pahit dan menyakitkan…

“Memilih Suami Seorang Guru SD”


Seorang gadis ditaksir empat orang pria. Pria pertama adalah seorang pegawai  TELKOM. Pria kedua, pegawai  Pos Indonesia. Ketiga, seorang dokter. Dan yang terakhir hanyalah seorang guru SD.

Orang Tua si gadis, merasa yakin, bahwa si gadis hanya akan memilih tiga pria pertama, sedangkan pria ke empat, yakni guru SD, pasti tidak akan dipilih.

Alasannya, tiga pria pertama jelas masa depannya, sedangkan guru SD, siapapun tahu, gajinya kecil, banyak dipotong sana-sini, dikerjain anak-anak lagi.

Ternyata si gadis malahan milih yang guru SD itu. Orang Tua si gadis penasaran, ditanya alasan si gadis tersebut.

Jawab si Gadis:
“Yang orang Telkom bisanya cuma tiga menit, lewat itu harus masukkan lagi.”

“Yang pegawai Pos Indonesia, belum apa-apa sudah nanya dulu, yang biasa apa yang kilat.”

“Terus kalau yang dokter itu, baru masuk kamar, sudah nyuruh buka baju, pegang sana pegang sini, selesai. selanjutnya ngobrol doang.”

”Sedangkan yang guru SD kan enak, dari awal dibahas, dikupas, sedikit demi sedikit, penuh kesabaran, kelembutan, dan kehangatan, serta pengertian. Selesai dikupas, nanya,sudah ngerti belum, kalau saya jawab belum, diulangi lagi dari awal, kan enak, jadinya lama.”

Ketika Pelaut Pulang ke Rumah


PADA suatu ketika pelaut pulang dari berlayar. Setiba di rumah, ia disambut oleh anak semata wayangnya yang baru berumur lima tahun.

“Sini, anakku. Papa kangen,” katanya.

“Iya, Pa. Budi juga kangen,” jawab si anak.

“Bagaimana mamamu selama papa di laut? Baik-baik saja khan, sayang??” tanya papanya lagi.

“Iya, Pa. Mama di rumah setiap malam terus berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan papa, karena sering aku mendengar dia selalu berdoa Oh God… Oh Yess.. Oh Noo…”

Kakek dan Bra


Merayakan ulang tahun perkawinan ke 50-nya, seorang kakek bermaksud membeli hadiah buat si nenek. Berangkatlah si kakek naik bis sambil berpikir, “beli apa ya?” Di sebelah kebetulan duduk seorang gadis yang tengah membaca majalah yang di sampulnya ada iklan bra. Si kakek dapat ide untuk memberi hadiah bra buat nenek. Sampai di toko lingerie, kakek tampak kaget dengan begitu banyak pakaian dalam bergantungan. “beli apa, kek?” kata penjaga toko kaget karena ada kakek-kakek ke tokonya. “Mau beli BH buat nenek.” Si penjaga toko bertanya, “Ukurannya berapa?” Si kakek terlihat bingung, “Nah itu… masalahnya kakek lupa nomornya dan nggak bawa contoh..” Si penjaga toko mencoba cari ukuran, “Mungkin sebesar jeruk bali, kek?” Si kakek masih terlihat bingung, “Wah, kegedean.” Si penjaga toko iseng bertanya, “jeruk Garut, kali ya?” Kakek berpikir sejenak, “Kayaknya masih kegedean.” Penjaga toko bingung, tapi tak hilang akal, “oh ya, mungkin sebesar telur bebek?” Si kakek tampak bersemangat karena tebakan penjaga toko itu tepat, “Ha, betul!” Matanya berbinar, “Tapi, yang didadar.”